Hai Foodies!!

Pastinya semua orang ga ada yang ga kenal nih sama makanan yang satu ini, yaps makanan enak bernama sate atau satai ini merupakan olahan daging (bisa daging ayam, kambing, sapi, kelinci) yang dipotong kecil-kecil lalu ditusukkan ke lidi atau bambu kecil dan kemudian dipanggang dengan arang. Foodies, sate juga ga cuma disajikan pake bumbu kacang aja loh, sate juga bisa disajikan dengan kecap, irisan bawang dan cabe rawit juga ditambah acar mentimun. Duhh… aku jadi ngiler ngebayanginnya hehehe

Aku mau nanya nih, siapa foodies di sini yang ga suka sate?? Kalo ada yang ga suka aku mau bilang, kamu udah melewatkan makanan yang enak banget ituu...

Kalian tau kan foodies, sate itu udah go Internasional loh.. Waktu itu aku pernah nonton film Crazy Rich Asian, nah disalah satu scene nya pas mereka lagi pergi ke Singapore ternyata mereka memesan sate. Hmm.. sate memang sudah populer sih di Asia Tenggara seperti Malaysia, Singapore, Thailand, Filipina dan bahkan sate juga populer di Belanda karena pengaruh masakan Indonesia yang dulunya adalah koloni Belanda.

Ternyata foodies di dunia Internasional banyak hidangan yang mirip sate, diantaranya:

·        Yakitori dari Jepang



·        Shish Kebab dari Turki



·        Shashlik dari Kaukasia



·        Chuanr dari Tiongkok



·        Sosatie dari Afrika Selatan


Menurut aku, dari kelima sate berbeda Negara itu semuanya sama tergantung mereka yang mengolahnya menggunakan daging apa dan yang membedakan juga dengan sate Indonesia yaitu ukuran dan isiannya. Ngeliat gambar-gambar itu, kalian paling pengen ngerasain yang mana nih foodies? Semuanya keliatannya enak yaa

Dari jajak pendapat pembaca yang digelar CNN pada 2011, sate terdaftar menjadi peringkat ke-14 dalam World’s 50 most delicious foods. Memang tidak bisa dipungkiri ya foodies kalo sate itu memang makanan enak.

Foodies, aku bakalan certain nih asal muasal nya sate, biar foodies ga cuma tau enaknya aja, sate juga punya sejarah loh hehe..

Dari sumber wikipedia, sate atau satai itu berasal dari bahasa Tamil. Sekitar awal abad 19, sate diduga diciptakan oleh pedagang makanan jalanan di Jawa. Nah, pada saat itu bersamaan dengan semakin banyaknya pendatang dari Arab dan pendatang Muslim Tamil dan Gujarat dari India ke Indonesia. Dari situlah foodies, yang merupakan alasan populernya menggunakan daging kambing dan domba untuk disate yang disukai warga keturunan Arab.

Dari Jawa, sate menyebar ke seluruh Nusantara dan menghasilkan beraneka ragam variasi sate. Sate menyeberangi selat Malaka menuju Malaysia, Singapura dan Thailand pada akhir abad ke-19. Sate dibawa perantau Jawa dan Madura untuk dijual di negeri Jiran. Saat itu bersamaan dengan perpindahan pendatang Melayu dari Hindia Belanda menuju Afrika Selatan, di sana dikenal dengan sosatie.

Meskipun Thailand dan Malaysia menganggap hidangan ini adalah milik mereka, tanah air sate yang sesungguhnya di Asia Tenggara adalah Jawa, Indonesia. Di sini sate dikembangkan dari adaptasi kebab India yang dibawa oleh pedagang muslim ke Jawa. Bahkan India tak dapat mengakui sebagai asal mulanya karena hidangan ini merupakan pengaruh Timur Tengah. [Jennifer Brennan (1988), Encyclopaedia of Chinese and Oriental Cookery]

Untuk proses membuat sate, secara singkatnya daging sate apapun harus dibumbui dengan kunyit atau kecap manis untuk memberikan warna. Kemudian daging ditusuk ke bambo, lalu panggang dalam bara api arang hingga matang. Mudah kan foodies membuat sate. Sate bisa disajikan dengan bumbu kacang atau kecap manis, irisan bawang merah dan cabe rawit lalu ditambah nasi panas. Mantap banget foodies..

Sate ayam dengan bumbu kacang adalah salah satu makanan favoritku, rasa dari bumbu kacang yang manis dan gurih itu membuatku pengen makan terus. Apa foodies yang suka sate ngerasain gitu juga? Oh iya, foodies tau ga sih kalo satu tusuk sate kan ada tiga daging gitu, pasti yang di tengah dikasih kulit ayamnya kan kenyal-kenyal gitu.. nah itu juga yang bikin aku ketagihan makan sate.